![]() |
Artikel |
|||||||
ARTIKEL / INFORMASI |
||
| Link : | Hati-hati Kahat N Pada Pertanian Organik
|
|
| www.infoorganik.com | ||
| www.agribisnisganesha.com |
Untuk yang menanam padi secara organik, hati-hati dengan masalah kahat (kekurangan) unsur N !!! Banyak kasus termasuk di lahan kami sendiri dan lahan petani binaan, daun tanaman padi menguning dan semakin hari bagian warna kuningnya semakin meluas. Biasanya hal ini terjadi untuk lahan yang pemakaian komposnya kurang banyak, dan jumlah kompos minimal memang berbeda-beda sesuai dengan kondisi lahan. Untuk lahan yang pasokan bahan organiknya cukup baik yaitu yang setiap selesai panen jeraminya selalu di masukkan lagi ke sawah biasanya jumlah kompos minimal akan lebih rendah daripada lahan yang bahan organiknya kurang misalnya karena setiap selesai panen jeraminya selalu dibuang atau dibakar. Gejala kahat N bila tidak segera ditangani tentunya akan menghambat pertumbuhan padi sehingga tanamannya menjadi kurus atau anakannya kurang. Gejala kahat N ini umumnya terlihat pada padi yang sudah berumur sekitar sebulan sejak tanam karena pada saat itu tanaman padi mulai banyak membutuhkan unsur N untuk pertumbuhannya dan penambahan anakannya. Ada juga yang gejalanya terlihat justru pada saat padi akan mengeluarkan malai.
|
|
| www.ganeshabizniz.com | ||
|
Penanganannya tentunya dengan memberikan sesering mungkin pupuk organik cair yang kaya N sampai gejala menguningnya daun mulai menghilang. Pupuk organik cair kaya N ini misalnya dapat dibuat dengan merendam dalam air sejumlah kotoran kelinci/sapi/kambing selama sekitar 10 hari lalu airnya ini yang sudah menjadi pupuk organik cair (POC) setelah diencerkan dengan perbandingan poc:air sekitar 1:20 (tergantung kepekatannya) disemprotkan ke tanah disekitar tanaman yang mengalami gejala kahat N. |
|
Tentunya saat penyiraman kondisi lahan harus tidak tergenang. Ampas dari sisa pembuatan POC ini bisa untuk dijadikan bahan kompos. Pencegahan lainnya dengan memperbanyak atau memindahkan tumbuhan azolla seperti gambar di atas ke sawah kita karena tanaman ini dapat menambat unsur N. Sangat tidak disarankan dalam menangani tanaman yang kahat N dengan menebarkan secara langsung pupuk kandang segar atau yang belum difermentasi. |
||
Di bawah ini foto tanaman padi yang diambil dari sawah salah seorang eks peserta pelatihan di Banjaran, rekan Iwan Sogiwan alumni Jurusan Teknik Kelautan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan ITB yang sedang merintis menjadi seorang 'agropreneur' dan orang tuanya memang adalah petani di Cianjur. Kombinasi yang sangat baik antara seorang anak yang berpendidikan tinggi, berwawasan luas dan memiliki motivasi untuk memperbaiki kondisi pertanian di daerahnya dengan orang tua yang merupakan petani yang sangat ulet dalam menerapkan ilmu yang diperoleh anaknya. Untuk masa tanam pertama ini kompos yang digunakan memang sangat minim untuk mencoba tingkat efisiensi biaya yaitu hanya sekitar 1,2 ton/ha tetapi kondisi tanah sudah cukup baik karena sebelumnya pemakaian pupuk kimia pun sudah minim. Foto sebelah kiri adalah padi yang semula kahat N pada umur 27 hari dengan ujung daun menguning dan kemudian dilakukan penyemprotan POC kaya N buatan sendiri secara intens hampir setiap hari kemudian pada hari ke 32 sudah tampak perubahan yang mencolok seperti terlihat pada foto sebelah kanan. |
||
![]() |
||
Utju Suiatna
Ganesha Organic SRI
|
||